Kamis, 25 Februari 2010

pengalaman berharga

suatu hari saya memutuskan untuk mengunjungi sebuah desa di provinsi jawa timur..
aku pergi berdua bersama teman ku,kami kesana untuk menimba ilmu..! banyak pelajaran yang bisa ku ambil dari perjalanan yang hanya 2 minggu itu..!!
sebelumnya aku tidak pernah mengunjungi desa yang sangat panas..dan jauh dari mana pun..bahkan fasilitasnya pun tidak begitu memadai. disana aku menyewa sepeda agar lebih mudah menjalani aktifitas. jika aku ingin mengambil uang di ATM, aku harus mendayuh sepeda ku kira-kira dengan waktu 15-20 menit atau bahkan 30 menit jika hari sedang panas terik karena aku kelelahan untuk mendayuhnya. memang..disana kita tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membeli makan,karena makanan disana semuanya relatif murah,tapi tetap saja aku tidak begitu suka dengan masakan nya,karena tidak cocok dengan lidahku yang merupakan keturunan minang.
1 hari..2 hari..aku coba lalui berusaha mencoba menyesuaikan dengan lingkungan dan orang2 didesa itu. namun ketika hari ke 5 aku berada disana,aku benar-benar tak tahan dan ingin segera kembali ke Bandung. aku benar2 tidak betah disana ,dengan makananya..dengan orang2 nya yang menurut aku tidak begitu sopan terhadap wanita,dan suka memakai kendaraan begitu saja tanpa permisi,bahkan tidak tau waktu kapan harus nya diam dan kapan harus nya berisik!! . aku benar2 muak dengan keadaan disana.tapi harus bagaimana lagi aku harus tetap berada disana hingga studi ku selesai.
akhirnya hari demi hari pun ku lalui begitu saja tak terasa sudah 10 hr aku disana..aku mulai merasa enjoy dg lingkungan didesa itu,karena jika aku bersepeda dan melewati sawah..suasana nya begitu menyatu dengan alam..apalagi kalau sudah turun hujan aku senang sekali untuk bersepada hanya sekedar berjalan-jalan menikmati suasana desa bersama teman ku.
akupun mulai menyatu dengan teman-teman disana..mulai merasa kan kenyamanan. dan ternyata didesa itu banyak juga tempat wisata yang bisa dikunjungi,walaupun memang tidak semuanya aku bisa kunjungi karena keterbatasan waktu.
sampai pada akhirnya detik-detik kepulangan ku kembali ke Bandung pun segera tiba..tp entah kenapa..aku merasa sedih dan aku merasa aku pasti akan merindukan suasana seperti ini kelak jika aku di Bandung.
akhirnya aku pun pulang kembali ke Bandung..dalam perjalanan pulang, aku merenung dan mengingat-ingat kembali suasana didesa itu. suasana yang menyatu dengan alam. dan aku pun berpikir banyak sekali pengalaman yang bisa ku ambil dari sana.
disana lah aku belajar untuk hidup mandiri..dengan fasilitas seadanya.. belajar hidup sederhana..dan mengetahui karakter orang yang berbeda2..yang memang benar2 baru disna lah aku menemui orang2 seperti itu. serta kehidupan yang menyatu dengan alam..yang benar-benar masih alami dan sangat indah. dan masih banyak pelajaran lain yang aku dapat disana..yang benar membuat aku makin tahu bahwa masih banyak kehidupan diluar sana yang benar2 berbeda dg kehidupan yang kujalani sekarang ini,kehidupan yang benar2 mengajarkan aku akan artinya kesederhanaan..kemandirian..bagaimana bersikap dan berprilaku dg lingkungan baru yang bnr2 berbeda serta melatih kesabaran ku dalam menjalani segala sesuatu yang tidak selalu sesuai dengan keinginan. ^_^

benar-benar pengalaman berharga yang tak akan pernah terlupakan dalam hidupku..
mungkin suatu saat aku kembali mengunjungi desa itu..yang memberikan aku banyak pelajaran!!




Senin, 01 Februari 2010

Emansipasi Wanita dan kesetaraan Gender

Wanita adalah salah satu bukti kebesaran Allah SWT, diantara berjuta-juta bukti yang lainnya.Bagaimana tidak, makhluk indah yang sering juga disebut dengan istilah perempuan selalu menjadi bahan pembicaraan yang menarik.
Wanita pada zaman dahulu kala adalah sosok orang yang lemah lembut,patuh pada orang tua dan suami,cendrung tidak pernah keluar rumah dan hanya berpikir ingin menjadi seorang ibu rumah tangga yang baik. Bahkan kebanyakan wanita zaman dahulu jarang yang meneruskan pendidikan nya hingga perguruan tinggi,karena orang-orang zaman dahulu banyak yang berfikir "buat apa sekolah tinggi-tinggi,namanya wanita tuh ujung-ujungnya didapur,ngelayanin suami,dan ngurusin anak". Namun seiring dengan perubahan zaman,wanita-wanita sekarang tidak mau diperlakukan seperti wanita-wanita pada zaman dahulu. wanita dizaman sekarang selalu mengikuti perkembangan zaman,baik dari segi pendidikan,fashion,karir,bahkan banyak yang ingin mengalahkan kedudukan seorang pria baik dalam pekerjaan,pendidikan,maupun dalam menjalani suatu ikatan rumah tangga. bahkan banyak perubahan yang sangat signifikan terjadi pada wanita sekarang ini. perubahan ini sering disebut Emansipasi Wanita.
Emansipasi wanita adalah perjuangan wanita menuntut haknya agar dapat sederajat dengan laki-laki. contohnya: Hak untuk bekerja seperti laik-laki, hak berpendapat seperti laki-laki, hak menjabat posisi seperti laki-laki bahkan sampai dengan posisi presiden. Memang tidak ada yang pernah melarang seorang wanita untuk mencapai pendidikan setinggi mungkin,namun wanita tidak boleh melupakan kodrat nya.
Cobalah kita kembalikan ke Fitrah kita sebagai mahluk Tuhan. Sampai kapan pun atau bahkan sampai kiamat pun pria dan wanita tidak akan pernah sama karena memang tidak sama.dan perlu diketahui bahwa keduanya bukanlah pesaing yang saling mengalahkan dan dikalahkan. Terlalu naif bagi Pria apabila dia ingin mengalahkan wanita. dan terlalu Jumawa(merasa besar kepala) apabila wanita minta disamakan bahkan mengalahkan pria dengan gerakan emansipasi wanita yang kebablasan.Pria dan Wanita secara prinsip memang berbeda,baik secara fisik maupun non fisik. Pria dengan segala kekuatannya,kemampuannya dan ketegasannya sangat mengedepankan logika.Sedangkan wanita dengan kelembutan dan kasih sayangnya selalu mengandalkan perasaannya.dengan demikian pria dadalah pasangan wanita dan wanita adalah pasangan pria. keduanya harus saling melengkapi,begitulah Takdir yang telah digariskan oleh Tuhan.
Untuk itu sebagai seorang wanita Jangan pernah takut untuk berkarya seindah mungkin dan mengukir prestasi setinggi mungkin,karena wanita juga adalah mahluk Tuhan yang mempunyai hak yang sama untuk mengejar cita-cita.namun jangan pernah melupakan kodrat kita sebagai seorang wanita.dan jangan samapi melebihi batas-batasan kita sebagai seorang wanita.